Tampilkan postingan dengan label Info NASA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info NASA. Tampilkan semua postingan

Rabu, 20 Maret 2013

0 7 Fenomena Luar Angkasa Yang Menakjubkan


7 Fenomena Luar Angkasa Yang Menakjubkan


1. Venus Transit

Mungkin dapat dikatakan bahwa kejadian ini adalah peristiwa astronomi terbesar sepanjang tahun 2012. Foto ini diambil ketika Venus melakukan 'perjalanannya' mendekati matahari dan terjadi hanya 105 tahun sekali. Dalam foto tersebut, Matahari seakan-akan terlihat seperti buah jeruk besar dan Venus hanya berupa titik hitam kecil mengambang di permukaannya.

2. Supermoon

Supermoon adalah peristiwa semesta yang terjadi pada awal bulan Mei lalu. Pada saat itu, bulan hanya berjarak sekitar 221,802 mil dari bumi. Oleh karenanya, ukuran bulan menjadi sangat besar dan bersinar terang. Banyak orang biasa sampai astronom mengabadikan kejadian langka ini.

3. Eagle Aurora

Memang di beberapa belahan bumi lain sering muncul 'lukisan' alam yang disebut aurora. Namun, dari banyaknya aurora yang muncul, foto satu ini memiliki satu bentuk imajinasi yang khusus. Foto yang diambil di Norwegia ini memiliki bentuk mirip elang.

4. Whirpool Galaxy

Foto ini berhasil menyabet peringkat pertama di kompetisi  2012 Astronomy Photographer of the Year. Menurut penuturan di National Geographic, galaksi ini berjarak 20 juta tahun cahaya dari bumi. Warna-warna tersebut berasal dari bintang muda dan gas hidrogen yang ada di angkasa.

5. Witch's Broom

Foto di atas adalah sebuah supernova yang dinamakan Witch's Broom. Seperti yang dilansir National Geographic, Whitch's Broom ini adalah bintang di galaksi Bima Sakti yang meledak sejak ribuan tahun lalu. Supernova ini memiliki jarak 1.400 tahun cahaya dari bumi dan berada tepat di konstelasi Cygnus.



6. Earth from Mars

Foto ini adalah gambar yang diambil oleh robot milik NASA Curiosity. Dari foto di atas, nampak bahwa bumi seperti titik kecil yang mengapung di angkasa. Rencananya, Curiosity akan terus melakukan 'hobi fotografinya' sampai 2 tahun mendatang.

7. Sun Coronal Mass Ejection

Pada tanggal 31 Agustus lalu, sebuah lidah api raksasa keluar dari permukaan matahari. Hal tersebut menurut para astronom disebut Coronal Mass Ejection (CME). Walaupun 'lidah' matahari ini cukup panjang, namun CME tidak akan secara langsung mengenai bumi, akan tetapi hanya berdampak pada magnetosphere bumi.



Selasa, 15 Januari 2013

0 Terompet Sangkakala Malaikat Israfil


Terompet Sangkakala Malaikat Israfil

 
Peristiwa mengerikan yang akan terjadi pertama kali pada hari kiamat adalah ditiupnya sangkakala (ash-shur) oleh malaikat Israfil atas perintah Allah.
Makna ash-shur secara etimologi (bahasa) adalah al-qarn (tanduk). Sedangkan menurut istilah syariat, yang dimaksud adalah sangkakala yang sangat besar yang malaikat Israfil telah memasukkannya ke dalam mulutnya (siap untuk meniupnya), dan dia sedang menunggu kapan dia diperintahkan untuk meniupnya. (Syarh Lum’atul Itiqad karya Ibnu Utsaimin, hal. 114)
Makna ini disebutkan dalam hadits shahih dari Abdullah bin ‘Amr, dia berkata:
Seorang badui bertanya: “Wahai Rasulullah, apa itu ash-shur?” Rasulullah menjawab: “Tanduk yang akan ditiup.” (HR. Ahmad, Tirmidzi dan Abu Dawud. Hadits ini disebutkan dalam Al Jami Ash Shahih 6/113-114, karya Asy Syaikh Muqbil)
Ilmuwan NASA ‘Menemukan’ Terompet Sangkakala Malaikat Israfil

Wilkinson Microwave Anisotropy Probe (WMAP) adalah alat yang merupakan bagian dari program atau misi NASA untuk melihat Kosmologi (studi tentang sifat alam semesta) secara keseluruhan. Proyek ini melakukan observasi terhadap alam semesta untuk menemukan bentuk sebenarnya dari alam semesta. Sebab prediksi yang umum selama ini mengatakan bahwa alam semesta berbentuk bulat-bundar atau prediksi lain menyebutkan bentuknya datar.
Dengan menggunakan WMAP, mereka mendapatkan sebuah kesimpulan yang sangat mencengangkan, karena hasil penelitian tersebut menemukan bahwa alam semesta ini berbentuk seperti terompet.
Pada bagian ujung belakang wilayah ‘terompet’ alam semesta itu merupakan alam semesta yang tidak bisa diamati (unobservable), sedang bagian depan, di mana bumi dan seluruh sistem tata surya berada merupakan alam semesta yang masih mungkin untuk diamati (observable).
“Dan ditiuplah sangkakala, Maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah. kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi, maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu putusannya masing-masing.” (Az Zumar: 68)
“Kami biarkan mereka di hari itu bercampur aduk antara satu dengan yang lain, kemudian ditiup lagi sangkakala, lalu Kami kumpulkan mereka itu semuanya.” (Al Kahfi: 99)
“Dan (ingatlah) hari (ketika) ditiup sangkakala, maka terkejutlah segala yang di langit dan segala yang di bumi, kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Dan semua mereka datang menghadap-Nya dengan merendahkan diri. (An Naml: 87)
“Dan ditiuplah sangkakala, maka tiba-tiba mereka keluar dengan segera dari kuburnya (menuju) kepada Tuhan mereka.” (Yasin: 51)
Banyak ulama tafsir mengatakan bahwa tiupan terompet sangkakala di ayat-ayat tadi selalu diartikan sebagai peristiwa di hari kiamat. Dr Wahbah az-Zuhaily dalam Tafsir Al Wasith menguraikan bahwa tiupan terompet di hari kiamat itu tiga kali. Pertama, tiupan yang menggentarkan, lalu kedua yang mematikan seketika seluruh makhluk. Tiupan ketiga tanda mulainya hari kiamat, di mana semua dibangkitkan dan dikumpulkan.
Kalau kita cermati, Al Quran menyebutkan bahwa tiupan itu selalu “di dalam” terompet, “Wanufikha fi-shshuuri”. Mengapa terompet? Mengapa di dalam (Fi)?
Tim WMAP mengamati pola titik-titik panas dan dingin radiasi microwave kosmik, yang bisa menggambarkan bentuk alam semesta 380.000 tahun setelah Big Bang. Proyek WMAP dari NASA membuat peta titik-titik tadi secara mendetail, hasilnya ialah pola itu cenderung memudar, yakni tidak ada titik panas dan dingin yang tampak melebihi jarak rentang 60 derajat. Ini menyimpulkan bahwa ketika mengembang, alam semesta terulur panjang. Sempit di awal dan kemudian makin lebar seperti corong. Mirip bentuk terompet abad pertengahan. Hal ini tentu mematahkan prediksi selama ini yang menyatakan bahwa bentuk alam semesta seperti bola (bulat) yang mengembang ke segala arah.
Tim WMAP yakin bahwa alam semesta bukanlah berbentuk bola, tetapi berbentuk terompet. Alam semesta bukan meluas tak terbatas, tetapi dibatasi oleh ujung terompet. Jadi, alam semesta ada awal dan akhirnya. Hanya Allah yang tidak berawal dan berakhir, “Huwal awwalu wal akhiru”.
“Sesungguhnya telah datang kepada kalian cahaya dari Allah, dan Kitab yang menerangkan. Dengan Kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan Kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari keadaan gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus.” (Al Maidah: 15-16)
“Itulah Kitab yang tidak ada keraguan di dalamnya, sebagai petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa.” (Al Baqarah: 2)
“Sesungguhnya Al Quran itu adalah kitab yang mulia. Yang tidak datang kepadanya kebatilan baik dari depan maupun dari belakangnya, yang diturunkan dari Rabb yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji.” (Fusshilat: 41-42)
Maha Benar Allah atas segala Firman-Nya. Tapi Allahualam Kita Tidak Tau Yang Sebenarnya itu apah....